Ulrich Zwingli 1484 – 1531

To Christ will I lead you: He is the source of salvation. His word is the only food I wish to nourish your hearts and lifes with.

Zwingli, anak ke-3 dari 10 bersaudara, lahir di Wildhaus, Swiss pada 1 Januari 1484. Ia dibesarkan oleh ibunya yang selalu membacakan cerita dari Alkitab kepada anak-anaknya; dan ayahnya yang melihat bakat dan kepandaian Zwingli. Ia sangat suka membaca buku dan belajar, sehingga ayahnya mengirimnya ke Basel (sebuah kota yang terkenal telah menghasilkan banyak orang terpelajar seperti Desiderius Erasmus), lalu ke Berne, dan akhirnya ke Vienna untuk melanjutkan sekolahnya. Zwingli mahir dalam bahasa Yunani, Ibrani dan Latin, yang membantunya memahami Alkitab dalam bahasa aslinya. Ini membuat dia mengerti tentang doktrin dan kebenaran firman Tuhan dengan benar. Semua yang ia pelajari membuatnya percaya akan doktin keselamatan dan manusia dibenarkan hanya oleh karena imannya kepada Kristus.

Zwingli begitu tekun dalam mempelajari firman Tuhan. Ia bahkan menghafal sebagian besar dari
Perjanjian Baru dan Perjanjian Lama. Dengan begitu berani, ia berkotbah bawa “Kristus adalah korban bagi kita.” Ia pun menyatakan bahwa “Kita tidak perlu mengorbankan yang lain untuk mendapatkan keselamatan dari dosa kita. Tuhan mahahadir dan kita tidak perlu birziarah kemana pun juga untuk mencari Tuhan.” Namun, seperti yang Alkitab katakan dalam Matius 28: 17, “Ketika melihat Dia mereka menyembah-Nya, tetapi beberapa orang ragu-ragu.”

Pada tahun 1519, Zwingli menjadi pendeta di sebuah gereja di Zurich, Swiss. Banyak jemaatnya yang
masih memuja barang-barang peninggalan seperti rambut Petrus atau kayu yang dikatakan berasal dari salib Kristus. Zwingli menyatakan bahwa ajaran Gereja Katolik banyak yang kelliru seperti puasa sebelum Paskah, Perjamuan Kudus dan pemimpin agama yang tidak diperolehkan untuk menikah. Pada 1523, Zwingli akhirnya menulis 67 tesis yang menyatakan kebenaran Protestan dan menunjukkan apa yang salah dalam pemikiran Gereja Katholik. Tesis ini bahkan lebih fokus kepada Kristus dibanding 95 tesis Luther.

Zwingli dipakai Tuhan dengan begitu hebat dalam kotbahnya. Ia juga menulis banyak buku dan traktat seperti On Education, On Babtism, On the Lord’s Supper dan yang paling penting, The Comprehensive Commentary on True and False Religion.

Dalam hidupnya, Zwingli mendapatkan begitu banyak hujatan dari Gereja Katholik karena telah
membuat Protestan menjadi sangat kuat. Pada tahun 1531, ia dibunuh oleh tentara Katholik dari Zurich dan lebih dari 500 pengikut Zwingli juga meninggal dalam perang ini.

sumber gambar: https://www.christianitytoday.com/2022/05/zwingli-gods-armed-prophet-swiss-reformation-bruce-gordon/

Scroll to Top